بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
salam semua
Tidaklah sesuatu menimpa pada kita kecuali telah Allah takdirkan. Allah swt berfirman:
“Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan
di bumi, dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia
ada di Dalam Kitab (pengetahuan kami) sebelum Kami menjadikannya;
Sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kamu
diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang
telah luput daripada kamu, dan tidak pula bergembira (secara sombong dan
bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu. dan (ingatlah), Allah
tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan
diri. Orang-orang yang bakhil dan menyuruh manusia supaya berlaku
bakhil, (akan mendapat balasan yang menghina); dan sesiapa yang
berpaling (dari mematuhi hukum Allah maka padahnya tertimpa atas dirinya
sendiri), kerana Sesungguhnya Allah, Dia lah Yang Maha Kaya, lagi Maha
Terpuji.”
(al-Hadid: 22-24)
Berdo’alah Ketika Bersedih
Jika kita merasa sedih karena sesuatu menimpa kita seperti kehilangan
harta, kesulitan mencari pekerjaan, kematian salah seorang keluarga
kita, tidak mendapatkan sesuatu yang kita idam-idamkan, jodoh tidak
kunjung datang ataupun yang lainnya, maka ucapkanlah do’a berikut yang
diajarkan oleh Rasulullah saw :
“Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan
lalu dia berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putera
hamba lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan Mu, , ubun-ubunku ada di
Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil pada ketentuan-Mu. Aku
meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau
menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang
dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang
Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu.
Jadikanlah Al-Qur`an
sebagai musim bunga (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir
kesedihanku serta penghilang kegundahanku.” melainkan akan Allah
hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan
jalan keluar dan kegembiraan.” Tiba-tiba ada yang bertanya: “Ya
Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)? Maka
Rasulullah saw menjawab: “Bahkan selayaknya bagi siapa saja yang
mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain).”
(HR. Ahmad no.3712
dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh
Al-Albaniy, Sheikh Syuaib al-Arnaouth menyatakan Isnadnya Dhaif)
Semoga Allah swt menjadikan kita sebagai orang-orang yang sabar dan istiqamah dalam menjalankan syari’at-Nya, aamiin.